Ads

Kotak Pencarian

Ads

Rabu, 04 Oktober 2017

Merayakan Revitalisasi Chatting ala MirC dengan Discord

Meski dibilang riwayat MiRC sudah tamat dan terdengar lagi kata-katanya. Aplikasi desktop chatting berbasis text yang populer  sebelum booming ponsel pintar di tahun 2010-an, MiRc sangat populer bagi kalangan anak warnet yang pengen berkenalan dengan teman baru yang bersifat semi-anonim dengan ID yang dibuat sendiri. Sifatnya yang bisa chatting dengan beberapa user sekaligus dan bisa bergabung di berbagai #channel, membuat MiRC merupakan pelengkap untuk bersosialisasi. 


Gw yakin kalo MiRC masih di gunakan bagi geek antusias diranah Internet, secara lokal keberadaanya mungkin akan selalu di kenang penghuni Internet yang mulai mengaksesnya di tahun 2000-an dan tergantikan dengan platform baru. Discord merupakan salah platform chatting yang bisa gw bilang keberadaanya merevitalisasi budaya chatting melalui PC ala MiRC(dan juga versi Androidnya juga). Meski sifatnya sama saja dengan aplikasi multi-platform lainnya, Discord mempunyai ciri khas yang membawa tradisi lama ala MiRC dalam interface-nya.

Penggunaan Discord masih belum populer di Indonesia tentunya dikarenakan sudah banyak aplikasi chatting yang sudah bisa diakses melalui jempol tangan di ponsel pintar. Bagi kalangan "gamer", Discord menjadi aplikasi andalan untuk membuat komunitas ruang chatting tersendiri, entah itu berbasis text ataupun suara, terintegrasi dengan fitur multimedia yang inter-aktif. 


Alsan gw menghubungkan Discord dengan MiRC berdasarkan tampilannya yang membuat gw merayakan nostalgia dalam melakukan chatting dengan orang yang mempunyai minat yang sama dalam berbagai kanal Discord yang mempunyai banyak topik sesuai minat, salah satunya adalah gaming. Dulu gw chatting bisa menghabiskan waktu berjam-jam sampe billing warnet mentok sama duit di kantong sama orang yang gw gak kenal sama sekali di seberang pulau sana tapi kesannya asik dan bisa ngobrolin apa saja.

Sekarang, kenal dan ngobrol sama orang udah sangat mudah, yang penting sok kenal dan add duluan, meskipun kadang gak pernah interaksi sama sekali. Dan hal ini gak gw temuin di Discord, ada banyak kanal publik untuk ngobrol di berbagai room atau jalur pribadi yang meski gw bilang sudah ada di platform smartphone, tapi kesannya beda dengan di Discord.

Chatting panjang panjang...

Melalui Discord, gw bisa membuat akun semi-anonim dan ikut nimbrung diskusi sama orang lain tanpa harus menjadi sosok yang di buat buat seperti kebanyakan platform sosial media, you know-lah pencitraan. 

Senin, 02 Oktober 2017

Berpesta di Event Festival Couchsurfing Indonesia 2017

Udah lama gw gak menulis hal hal yang berhubungan dengan tag "trip" atau jalan jalan. Beberapa bulan ini gw gak lagi punya semangat buat jalan kayak treveler treveler hip karena gw punya tanggung jawab finansial untuk menebus hutang PC yang belum juga lunas. Kalaupun jalan jalan, gw biasanya habiskan dalam dunia binary video game dimana gw bisa memilih untuk bertualang bertahan hidup didunia post-apokalipstik, pulau terpencil penuh zombie atau disebuah kota fiksi dimana gw bisa merampok dan melakukan curanmor.

So, gw pun mendapat informasi kalau komunitas Couchsurfing (CS) Indonesia bakal mengadakan "festival" yang mengumpulkan member CS dari seantero jagat Indonesia dan Asia Tenggara untuk berkumpul di Yogyakarta selama 3 hari selama event kemerdekaan Indonesia satu bulan yang lalu. Gw pun tertarik untuk ikut karena event ini lumayan besar dan gw bisa memperluas koneksi gw selain event selama festival berlangsung cukup menarik, ada susur eksplorasi alam, seni dan budaya.

Karena acaranya berlangsung beberapa hari dan harga tiket pesawat yang lumayan mahal, gw harus booking duluan dan tiba satu hari sebelum acara dimulai. Sesampainya di Yogyakarta pagi pagi, gw dapat info kalau gw bisa stay di salah satu penginapan dengan teman teman lainnya yang sudah datang duluan. Disana gw bersua dengan beberapa wanita pejalan yang pengen menghabiskan waktu seharian buat menjelajah tourist site di Yogyakarta. Karena plan gw pengen berlibur, gw sekalian ikut saja pergi bareng dengan mereka.



Besoknya gw menuju tempat acara dilaksanakan sekalian reservasi tempat penginapan. Tengah harian, gw sampe di gedung Pemuda dan sore sore acara sudah dimulai dengan perkenalan member Couchsurfing yang datang duluan karena kebanyakan banyak yang gak bisa ikut acara pembukaan. Selain itu acara pembukaan sebenarnya diadakan pas malam hari ketika semua sudah registrasi ulang. Dalam acara pembukaan, ada pertunjukan silat antar nusantara pemutaran film, dan juga sambutan dari member CS Indonesia dan Malaysia. Gw ditunjuk mas DJ, ambassador Couchsurfing dari Yogyakarta untuk memberikan sambutan singkat dengan temanya Indahnya Perbedaan. Well, ekpektasi terbesar gw untuk ikut jelajah seni pun gw masukan kedalam sambutan gw. Bagaikan lukisan, kita adalah pewarna dari sebuah lukisan. Bayangkan jika warna secara harmonis membentuk sebuah lukisan yang indah, tentu pewarna itu harus berbeda beda. 



Kelar acara sambutan, besok paginya gw berkumpul dengan beberapa member CS yang ikut jelajah seni atau Gallery Hopping, ada beberapa acara juga sih seperti Instagenix buat suka foto foto di objek wisata, susur alam buat yang suka petualangan. Dan gw memilih untuk Gallery Hopping saja karena gw pengen jalan yang santai, selain itu temanya juga menarik. Liat sisi menarik dari seniman Yogyakarta yang salah satunya mengunjungi museum Affandi. Seorang pelukis abstrak yang bikin gw takut liat karyanya pas SD dulu. Seharian gw habiskan bersama teman teman penyuka seni berkunjung dari satu ke museum lainnya. Baru 2 museum, gw udah kehilangan fokus karena jalannya mulai pagi sampe sore hari. Tapi overall gw dapat pengalaman menarik sih.



Hari kedua, acara CSIF bertemakan Relung Yogya, yang mana ratusan peserta dibagi berkelompok untuk mengikuti kuis dan kompetisi dari panitia untuk menemukan sudut yang menarik dari objek yang ada dikota. Tim gw terdiri dari 5 orang yang harus mengambil foto dan memberikan kesan yg menarik dimana nanti malam di presentasikan di acara puncak malamnya. Acara relung Yogya hanya diadakan setengah hari karena untuk acara penutupan diadakan disebuah pantai dengan menggelar pesta dangdutan. Ya pesta dangdutan. 

Malam pas acara sangat meriah dengan member CS yang ikut terbawa suasana dangdutan baik yang lokal maupun interlokal. Gw sendiri jadi excited dan over-enthusiast karena kebawa suasanya. Gw ikut berdangdut, berdansa, bergila gilaan bersama mereka. Malamnya gw gak bisa tidur sampe pagi. Entah kenapa.

Besoknya hari terakhir pemenang dari acara Relung Yogya di umumkan dan acara penutupan pun dilaksanakan. Tim kami menang berkat ide salah satu peserta dari Aussie, Mr J yang menyarankan untuk bereksperimen dalam mengambil gambar ketika kami berburu spot foto untuk hunting. Hadiahnya, kami dikasih buku tentang traveling.


Acara CSIF tahun ini adalah kali pertama yang gw ikuti, konsep acaranya sangat berkesan karena tema Couchsurfing adalah hospitality exchange dengan memperluas jaringan pertemanan. Oleh karena itu gw gak merasa rugi ikut acara ini karena dalam beberapa hal, gw menemukan kembali apa yang pengen gw raih dalam dunia jalan jalan. 


Senin, 18 September 2017

Cara Menjadi Produktif Menggunakan Google Keep

Ada banyak sekali pilihan  aplikasi pendukung untuk menjadi lebih produktif yang smart phone tawarkan. Baik itu berbentuk to-do list (agenda) dan juga penyimpan catatan yang merupakan kelebihan smartphone dimana kita bisa mengakses dan menyimpan data pribadi kapan saja yang juga bisa mengingatkan hal apa saja yang ingin dilakukan. Google Keep adalah salah satunya, aplikasi yang powerful sangat bagus bagi kamu yang pengen jadi produktif dan lebih produktif lagi.




Pertama, hal yang paling gw suka dari Google Keep adalah aplikasi ini terintegrasi dengan akun g-mail kita dan tidak perlu susah daftar dan mensingkronisasikannya keperangkat lain dimana kita bisa mengakses akun Google Keep melalui smartphone, pc dan juga web browser sehingga kita tak perlu direpotkan untuk login sana sini.

Melalui tampilan yang sederhana dan mudah dipahami, menggunakan Google Keep sebagai catatan dan asisten pribadi mempermudah kita untuk menulis catatan, menyimpan gambar dan rekaman suara serta membuat urutan hal apa saja yang akan dilakukan. Lalu apa hubungannya dengan produktivitas?

Google Keep menyediakan kapasitas tak terbatas untuk menyimpan catatan sesuai kategori selain juga menyediakan fitur pengingat. Sedikit tips produktivitas yang gw temukan di Internet, sebelum kamu tidur tulis apa saja yang akan kamu lakukan besok sehingga kamu tau apa yang akan di kerjakan. Oleh karena itu menjadikan smartphone sebagai pengingat merupakan pilihan tepat ketimbang menggunakan notebook biasa yang mana menurut gw sama pentingnya digunakan untuk menuliskan catatan penting disana.

Gw sendiri menggunakan Google Keep sebagai penyimpan jejak hal apa saja yang gw bisa siapkan sebelum membuat sesuatu, membuat objectives dan quest seperti dalam video games, dan juga menyimpan informasi penting yang tersimpan secara otomatis di Internet cloud sehingga data lebih aman misalnya perangkat yang kita pakai hilang. Tapi hal ini jangan menjadikan kita tergantung sama hal ini sih. Yang jelas, daripada kamu muter cari aplikasi untuk jadi produktif di Google Play Store, menjadikan Google Keep pilihan pertama dan mulai menggunakannya adalah pilihan yang tepat. Sudah install? Sudah. Oke.

Sekdar corat coret...

Selanjutnya, kamu kategorikan saja apa yang menjadi prioritas kamu. Jika kamu seorang blogger, simpan daftar to do list kamu seperti target yang ingin dicapai, brainstorming idea, membiat catatan audio kalau terlalu malas mengetik, menyimpan bookmark dan hal yang penting untuk diakses dan sebagainya. 

Selasa, 12 September 2017

Unfriending - Musik Instrumental Beat Hiphop

Salah satu keuntungan koneksi Internet putus seharian di PC adalah perhatian gw gak teralihkan dengan berbagai web dan godaan untuk grinding untuk meningkatkan level akun game online gw. Setelah berjam jam main game offline setengah hari di hari kedua hari raya kemaren, gw pun mencoba membuat karya musik Instrumental yang hanya dibuat dalam satu sesi namun tentu saja memakan waktu berjam-jam.

Beat instrumental hiphop yang sebenarnya gak hiphop amat ini hasil eksperimentasi gw dalam mencari suara yang tepat untuk menggambarkan sebuah judul yang seharusnya gw kasih nama "$hitposting in HD", tapi karena gak nyambung gw ganti saja dengan judul "Unfriending" karena instrumentasi terkesan kelam tapi agak chill. Judul Unfriending gw gunakan untuk menggambarkan momen dimana gw memutuskan untuk "menghapus" sebagian friend list yang tidak terlalu aktif dan hanya terlihat sebagai simbol angka, sehingga sampai saat ini gw hanya punya teman sekedar 50an di sosial media bernama Fesbuk.

Dari segi instrumentasi bassline glitchy dan pad yang kelam serta ritmik drum electronica, karya gw ini mengingatkan gw dengan salah satu artis chill-out bernama Carbon Based dengan albumnya Interlooper yang cocok didengerin saat malam malam ketika pengen fokus.

Unfriending merupakan track kedua-puluh dua gw dalam bereksperimen dengan beat hiphop, berikut gw sertakan audio stream melalui Youtube.

Jumat, 25 Agustus 2017

Podcast : Ngobrolin Indonesia dengan Traveler Mexico

Sekitar dua bulan lalu gw mencoba membuat rekaman podcast dengan seorang member Couchsurfing yang berasal dari Meksiko dimana dia berkunjung dan singgah ke kota Banjarmasin selama dua hari. Gw seringkali ngobrol banyak dengan tamu traveler gw berbagai topik, mulai dari yang ringan ringan kayak rencana perjalanan dan sebagainya sampai ke hal hal yang bisa di bilang berat dan tidak seharusnya di obrolin seperti pandangan hidup, pengalaman spiritual dan sesuatu yang di obrolin di tengah malam.

Gw agak menyesal karena kebanyakan pembicaraan gw dengan traveler lintas negara saat itu gak gw rekam melalui format audio tapi hanya tersimpan di kepala masing-masing, oleh karena itu gw berinsiatif untuk memulai podcast secara acak dengan tamu dari negara asing sebagai pembicara, entah itu ngobrolin seputar pengalamannya di Indonesia atau pandangan pribadi masing masing.

Podcast gw yang kedua ini sebenarnya direkam jauh sebelum episode pertama dibuat, gw buat dadakan dengan narasumber yang antusias berbicara tentang apa yang dia rasakan beberapa minggu di Indonesia, topik yang dibicarakan seputar gimana traveling di Indonesia dan bagaimana orang kita sangat bersahabat dan helpful.

Ada baiknya gw sertakan link audio podcast yang di hosting melalui Youtube.